Tulisan kali ini tak hanya memuat sedikit gambaran mengenai kepribadian Ali bin Abi Thalib, namun juga beberapa nasihat beliau yang disampaikan dalam kata-kata mutiara yang terangkum dalam "Mutiara Kearifan Ali bin Abi Thalib r.a"
Sahabat, tentunya kita telah mengetahui bahwa setelah Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam wafat, islam memasuki masa kepemimpinan Khulafa Ar-Rasyidin. Salah satu khalifah yang terkenal dengan keadilannya ialah Ali bin Abi Thalib. Ali bin Abi Thalib lahir di kota Mekah pada tahun 602 M. Beliau merupakan anak paman Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam yang bernama Abu Thalib bin Abdul Muthalib. Abu Thalib bin Abdul Muthalib sangat berjasa pada awal perjuangan islam.
Ali bin Abi Thalib hidup dan tinggal bersama keluarga Rasulullah. Ia mendapat pendidikan yang baik dari Rasulullah. Sikap dan kepribadiannya sangat berbeda dengan kalangan orang jahiliyah pada umumnya. Ali bin Abi Thalib selalu berkata jujur, senang membantu orang lain dan tidak pernah menyembah berhala. Jiwa sosial, budi pekerti yang mulia, disiplin, dan rasa kasih saying terhadap sesame telah ditanamkan Nabi Muhammad kepada Ali bin Abi Thalib sejak kecil. Dengan bimbingan dan pendidikan dari Nabi Muhammad tersebut, Ali bin Abi Thalib tumbuh menjadi anak yang cerdas, berbudi luhur dan kaya ilmu pengetahuan.
Ali bin Abi Thalib terkenal seorang khalifah yang sangat adil. Dalam memutuskan suatu perkara ia berpihak kepada yang benar walaupun bukan orang Islam. Ia dikenal sebagai seorang yang pemimpin yang sederhana, pemberani dan memiliki keahlian dalam berperang.
Kepribadiannya meninggalkan decak kagum. Nasihat yang beliau sampaikan sarat makna sehingga membantu dalam menemukan solusi aplikatif yang akan memantapkan hati dalam menapaki hidup.
Berikut nasihat-nasihat beliau yang terangkum dalam sebuah buku berjudul "Mutiara Kearifan Ali bin Abi Thalib r.a"
Sebodoh-bodoh manusia ialah yang tak mampu beroleh kawan-kawan untuk dirinya. Namun lebih bodoh lagi ialah yang menyebabkan perginya mereka yang telah diperolehnya.
Hai anak Adam, ingat dan waspadalah bila kau lihat Tuhanmu terus-menerus melimpahkan nikmat atas dirimu, sementara kau terus-menerus mengerjakan maksiat terhadap-Nya.
Orang yang berbuat kebaikan adalah lebih baik daripada kebaikan itu sendiri, dan yang berbuat kejahatan adalah lebih jahat daripada kejahatan itu sendiri.
Lidah orang berakal berada dibelakang hatinya, dan hati orang bodoh berada dibelakng lidahnya.
(Kepada sahabat yang sedang menderita sakit. Imam Ali berkata :)
Semoga Allah menjadikan sakit yang kau keluhkan itu sebagai penyebab gugurnya dosa-disain. Kendatipun sesungguhnya tidak ada pahala disediakan bagi penderitaan sakit., namun hal itu dapat menggugurkan dosa-dosa seperti gugurnya daun-daun kering dari pohon.
Adapun pahala-pahala hanyalah disediakan bagi kebaikan ucapan lidah atau pernmbuatan tangan dan kaki. Dan Allah subhanahu wa ta'ala memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam surga dengan adanya niat yang tulus dan hati yang bersih.
Berbahagialah siapa yang selalu ingat akan hari akhir, beramal untuk menghadapi hari perhitungan dan merasa puas dengan ala kadarnya Sementara ia ridha sepenuhnya dengan pemberian Allah subhanahu wa ta'ala.
Sesuatu perbuatan buruk yang kau sesali lebih utama daripada perbuatan baik yang membuatmu bangga akan dirimu.
Jadilah seorang dermawan, tetapi jangan menjadi pemboros. Jadilah seorang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi seorang kikir.
Semulus-mulia kekayaan milik pribadi ialah meninggalkan banyak keinginan.
Kemenangan diperoleh dengan kebijakan.
Kebijakan diperoleh dengan berpikir secara mendalam dan benar. Pikiran yang benar ialah dengan dengan menyimpan baik-baik segala rahasia.
Hati manusia bagaikan binatang liar. Siapa saja sungguh-sungguh berupaya untuk menjinakkannya, ia pasti akan mendekat juga.
Kedermawanan yang sebenarnya adakah yang dilakukan secara spontan. Adapun jika didahului oleh permintaan, maka yang demikian itu hanyalah penutup rasa malu atau upaya penyelamatan diri dari celana dan perasaan berdosa.
Sabar itu ada 2 macam :
1. Sabar atas sesuatu yang tidak kau inginkan
2. Sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingin.
Jangan sekali kali merasa malu walaupun cuma sedikit, sebab tidak memberi sama sekakipasti lebih sedikit nilainya.
Apabila sesuatu kau senangi tidak terjadi senangilah apa yang terjadi.
Demikianlah beberapa kalimat nasihat Ali bin Abi Thalib. Ini hanyalah sebagian nasihat yang di kutip dari buku Mutiara Kearifan Ali bin Abi Thalib r.a"
Terimakasih, jangan lupa tinggalkan kritik dan saran di kolom komentar ya 😃
#Onedayonepost
#ODOPbatch5
Sumber inspirasi :
Al-Baqir, Muhammad.2016.Mutiara Kearifan Ali bin Abi Thalib r.a.Bandung:Mizan Publika
Bilvapedia.(2013, Maret).Ali bin Abi Thalib Sang Pedang Allah.Diperoleh pada 28 Januari 2018.http://www.bilvapedia.com/2013/03/ali-bin-abi-tholib-sang-pedang-allah.html?m=1#.Wm3hBL3ZEwj
Bilvapedia.(2013, Maret).Ali bin Abi Thalib Sang Pedang Allah.Diperoleh pada 28 Januari 2018.http://www.bilvapedia.com/2013/03/ali-bin-abi-tholib-sang-pedang-allah.html?m=1#.Wm3hBL3ZEwj

0 Komentar