Untirta dan Kampungku


Meski berbagai budaya, berbagai usia

Dan ingatlah bahwa kita insan yang merdeka

Belajar bergerak bermakna


Semua murid semua guru…

_Semua Murid Semua Guru_



            Pendidikan menjadi senjata utama dalam memerangi keterbelakangan, maka berbagai program hadir dengan tokoh dan metodenya masing-masing. Salah satu program yang hadir dan melibatkan peran peserta pendidikan adalah Kuliah Kerja Mahasiswa di tingkat perguruan tinggi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Saya adalah salah satu mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang saat ini sedang menempuh Pendidikan di jurusan Teknik Kimia. Terlahir dengan nama lengkap Wahidatun ‘Aisyah pada Senin, 15 Maret 1999 di Jakarta, saat ini saya menetap bersama keluarga di Cikande Permai, Kabupaten Serang. Disinilah tempat pertama saya mengenal dunia dan pencipta-Nya, lewat kasih sayang dan ketulusan pengasuhan dari Ayah dan Bunda. Ayah dan Bunda merupakan sosok orang tua yang konsen terhadap pendidikan anak-anaknya, hal ini saya rasakan sejak masa kanak-kanak hingga saat ini. Pendidikan formal pertama yang saya terima adalah pendidikan agama yang diberikan di TPA Al-Ikhlas, selanjutnya ke RA AL-Ikhlas, MI Daarul Akhyar, MTs. Yaumin dan berlanjut ditingkat sekolah menengah atas di SMAN 1 Cikande. Di SMA ini saya mendapatkan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas. Selain dibidang akademis, saya juga memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan melalui ekstrakurikuler seperti PMR, ROHIS dan PIK R. Wawasan ini juga yang mengantarkan saya dalam memperoleh kesempatan untuk menjadi perwakilan sebagai Duta Anak Banten dalam event Forum Anak Nasional yang diadakan di Mataram pada tahun 2016. Kesempatan untuk terus belajar pun tidak berhenti, tepat di tahun 2017 saya mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai salah satu mahasiswa penerima Bidikmisi.


Universitas Sultan Ageng Tirtayasa merupakan salah satu universitas negeri yang berada di Provinsi Banten. Didirikan pada 1 Oktober 1980 dengan nama Yayasan Pendidikan Tirtayasa yang menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) dan SekolahTinggi Teknik (STT). Hingga pada 28 November 1984 diterbitkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor : 0596/0/1984, maka berubahlah status masing-masing sekolah tinggi menjadi Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Yayasan Pendidikan Tirtayasa berubah menjadi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Saat ini Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memiliki 7 Fakultas yang terdiri dari Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Kedokteran dan 4 gedung perkuliahan yang terlampir, sebagai berikut :

1.         Kampus A (utama) yang terletak di Jl. Raya Jakarta Km 4 Pakupatan Kota Serang, Provinsi Banten

2.        Kampus B yang terletak di Jl. Jendral Soedirman KM.3 Cilegon, Provinsi Banten

3.        Kampus C yang terletak Jl. Raya Ciwaru No. 25, Kota Serang, Provinsi Banten

4.        Kampus D yang terletak Jl. Letnan Jidun No.2, Lontarbaru, Kec. Serang, Kota Serang, Provinsi Banten

Serta gedung yang saat ini tengah dalam pembangunan, terletak di wilayah Sindangsari, Ciomas, Kabupaten Serang.





           Selain memperoleh wawasan sebagai penunjang kebutuhan didalam pendidikan, saya juga mendapatkan bimbingan dari lingkungan sekitar tempat tinggal. Sejak usia dini, masyarakat di lingkungan RW 05, Desa Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang sudah memperhatikan pendidikan formal dan pendidikan agama anak-anaknya. Dilingkungan ini kegiatan majelis ta’lim baik yang diisi oleh ibu-ibu, bapak-bapak, maupun anak-anak senantiasa ramai. Tidak hanya majelis ta’lim, wadah kegiatan bagi remaja juga aktif membina agar memiliki karakter yang mandiri, religius dan mampu memimpin dimasyarakat, seperti remaja masjid yang bernama IRISMA (Ikatan Remaja Masjid Mushola Al-Mukhlisin) dan Karang Taruna 5.

            Remaja Masjid menjadi wadah bagi remaja di lingkungan RW 05 untuk belajar mengenai ilmu agama dan mencintai masjid. Kegiatan remaja masjid diantaranya seperti, Bersi-Bersih Mushola yang rutin diadakan setiap 1 minggu sekali, Pengajian bersama setiap 1 minggu sekali, menjadi tim pelaksana PHBI dan lain-lain. Adapun Karang Taruna memiliki ruang lingkup kegiatan didalam dan diluar wilayah RW 05 dengan melaksanakan berbagai kegiatan seperti PHBN, Bakti Sosial dan menjalin kerjasama dengan Karang Taruna ditingkat desa dan kecamatan.





            Selain kegiatan Remaja, masyarakat seperti Bapak-bapak dan Ibu-ibu juga aktif didalam kegiatan rutin mingguan dan bulanan seperti pengajian, posyandu, cek kesehatan dan donor darah, gotong royong dan lain-lain. Berkat kerjasama seluruh warga, hingga saat ini RW 05 sudah memiliki balai RW, Tempat Pembuangan Sampah Sementara yangtertib, lapangan Voli serta jalan utama yang yang memadai.
           Wilayah RW 05 sendiri berada disekitar Perumahan Griya Asri dan berdekatan dengan Yayasan Pendidikan Ahkamul Hakimin. Masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai karyawan pabrik, terdiri dari masyarakat heterogen dengan latar belakang daerah dan ekonomi yang berbeda. Meski demikian, persatuan dan kerukunan senatiasa dijaga untuk menciptakan wilayah yang aman dan damai untuk ditinggali.



Tulisan ini dibuat untuk memenuhi Tugas Individu KKM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Berikut lampiran foto selama kegiatan KKM :





0 Komentar