Siapa nih yang selama pandemi ini lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya ?
Hihihi, sama nih. Selama pandemi ini hampir semua tugas, informasi, kebutuhan harian, dan berbagai aktifitas lain dilakukan dengan melibatkan internet dari rumah.
Tapi, tau gak sih ?
Ternyata meningkatnya perkembangan teknologi berbanding lurus dengan kemudahan mengakses informasi, namun tidak sedikit dari kita yang masih merasa bingung untuk membedakan kebenaran informasi dari suatu berita. Pada tulisan kali ini kita akan mengulas tentang "Cerdas Menggunakan Internet di Masa Pandemi" 😉👍
📌 Apa itu Internet ?
Internet merupakan singkatan dari interconnection and networking. Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer yang memuat berbagai informasi baik statis, dinamis maupun interaktif dan secara luas menghubungkan komputer dari satu negara ke negara lain diseluruh dunia.
Awalnya internet hanya digunakan untuk kepentingan militer. Pada tahun 1969 Departement of Defense (DoD) yang merupakan salah satu Departemen Pertahanan Amerika Serikat, menugaskan Advanced Research Projects Agency (ARPA) untuk membangun mata rantai komunikasi yang tidak dapat disabotase oleh musuh. Jaringan ini diberi nama ARPAnet, yang hanya menghubungkan 4 situs, diantaranya Stanford Research Institute (SRI), University of California at Sabta Barbara (UCSB), University of California at Los Angles (UCLA) dan University of Utah. Pada tahun 1970, sebuah penelitian di Stanford University menghasilkan protokol yag disebut TCP/IP. Protokol inilah yang hingga saat ini berkembang menjadi protokol standar internet.
Di Indonesia sendiri internet pertama kali didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada tahun 1988. Pada tahun 1994 berdirilah Indonet sebagai ISP komersial pertama di Indonesia. Namun pada saat itu masih sedikit peminat yang ingin mengembangkannya sebagai bisnis. seiring berjalannya waktu, pada tahun 1955 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan menggunakan remote browser Lynx di AS, pengguna internet di Indonesia dapat mengakses HTTP. Pada tahun ini pula, PT BoNet Utama untuk pertama kalinya mendirikan Warung Internet atau Warnet di Indonesia yang diperuntukkan bagi turis-turis disekitar Kebun Raya Bogor. Pada 1997-1998 merupakan masa dimana Warung Internet atau Warnet semakin banyak didirikan di sudut-sudut kota. Perkembangan ini berpengaruh terhadap meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan internet.
Sampai hari ini, internet sudah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Mengakses internet tidak lagi dibatasi oleh perangkat komputer, hanya dengan smartphone kita dapat dengan mudah menikmati internet dimanapun dan kapanpun.
📌 Internet di Masa Pandemi
Dikutip dari Kominfo.go.id, dimasa pandemi terjadi peningkatan dan pergeseran pengguna internet. Dimana sebelumnya pemanfaatan internet lebih dominan terjadi dilingkungan perkantoran, kampus dan sekolah. Namun, adanya himbauan pemerintah untuk bekerja dan belajar, dan beribadah dari rumah, saat ini penggunaan internet meningkat di wilayah real estate, pemukiman dan perumahan. Kementrian Komunikasi dan Informatika memperkirakan traffic ini akan terus meningkat hingga mencapai 40%.
Namun, meningkatnya penggunaan internet dimasa pandemi ini ternyata dimanfaatkan untuk menyebarkan berita bohong atau hoax oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melaporkan hingga 8 April 2020 terjadi pelaporan berita hoax sebanyak 1.125, bahkan 474 diantaranya berita hoax terkait pandemi covid-19. Pelaporan berita ini 728 diantaranya berasal dari Facebook, 10 berasal dari Instagram, 324 dari Twitter dan 6 yang berasal dari Youtube.
Lalu, bagaimana kita memastikan kebenaran dari suatu berita ?
Yuk, simak tipsnya 😉
Yuk, simak tipsnya 😉
1. Perhatikan Judul Artikel atau Berita
Memperhatikan judul sebuah artikel atau berita di internet sangatlah penting. Informasi atau berita hoax umumnya memiliki judul yang provokatif dan sensasional. Jadi, jika kita menemukan hal serupa di internet sebaiknya lakukan pengecekan dengan cara mencari berita serupa dari situs online resmi seperti milik pemerintah dan bandingkan isinya. Dengan begitu sebagai pembaca, kita dapat mengambil kesimpulan yang lebih seimbang.
2. Cermati Alamat Situs
Informasi yang diperoleh dari web atau situs tertentu pasti memiliki link, link bisa menjadi indikator kebenaran suatu berita. Jika link nya berasal dari blog maka dapat dikatakan bahwa informasi tersebut masih diragukan. Bahkan menurut Dewan Pers, di Indonesia ada 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita namun tidak sampai 300 situs yang terverifikasi sebagai situs berita resmi.
3. Periksa Fakta
Memeriksa fakta yang berkaitan dengan sumber informasi, misalnya identitas penulis, asal situs informasi atau berita, dan lain-lain. Jika informasi atau berita berasal dari organisasi yang tidak dikenal, kita dapat mengklik "Tentang" untuk mengetahuinya. Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan berita yang dibuat berdasarkan fakta atau opini. Fakta merupakan peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti. Sedangkan opini merupakan pendapat atau kesan penulis yang membuat berita cenderung bernilai subyektif.
4. Cek Keaslian Foto
Semakin berkembangnya teknologi juga memudahkan manipulasi foto atau video. Untuk mengetahui kebenaran suatu informasi kita harus memastikan bahwa foto atau video pendukung didalamnya bukan hasil manipulasi. Kementrian Komunikasi dan Informatika membagikan tips memastikan kebenaran suatu foto dengan memanfaatkan Google. Caranya yaitu dengan melakukan drag-and-drop kekolom pencarian Google Images. Hasil pencarian tersebut akan menyajikan gambar-gambar serupa sehinggan kita bisa membandingkannya.
5. Akses Informasi Kesehatan melalui Otoritas Kesehatan
Dengan memperoleh informasi dari otoritas kesehatan baik global dan lokal kita dapat meyakini kebenarannya untuk membaca dan membagikannya. Berikut situs resmi pemerintah yang dapat dijadikan rujukan infromasi tentang Covid-19 :
* Pemerintah Indonesia : https://covid19.go.id/
* Chatbot WhatsApp Covid-19 : +62811-3339-9000
* Hottline Covid-19 : 119
* World Health Organization (WHO) Covid-19 : https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019
6. Menggunakan Aplikasi Terpercaya
Aplikasi PeduliLindungi merupakan aplikasi yang memiliki fitur aplikasi tracking yang dapat mendeteksi pergerakan terpapar Covid-19 selama 14 hari ke belakang. Aplikasi juga dapat terhubung dengan operator selular lainnya untuk menghasilkan visualisasi yang sama. Aplikasi ini bekerja untuk kepentingan masyarakat, jadi semakin banyak masyarakat yang menggunakan maka akurasinya akan semakin baik. Saat ini tidak kurang dari 1 juta orang telah menginstall aplikasi ini untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Aplikasi ini juga di tetapkan dalam Keputusan Menteri Kominfo No. 171 Tahun 2020. Keputusan ini sebagai dasar penyelenggaraan tracing, tracking dan fencing melalui infrastruktur, sistem dan aplikasi telekomunikasi untuk mendukung Surveilans Kesehatan melengkapi Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya yaitu Keputusan Menteri Kominfo No. 159 Tahun 2020.
📌 Pengaduan Berita Hoax
Pengaduan berita hoax dapat dilakukan pada sarana media tersebut. Jika menemukan berita hoax di Facebook kita dapat menggunakan fitur Report Status dan mengategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika banyak pengguna yang melakukan aduan maka Facebook akan menghapus status tersebut. Jika informasi hoax tersebut terdapat di Google, kita dapat menggunakan fitur Feedback. Twitter dan Instagram juga memiliki fitur Report untuk melaporkan twit negatif. Sebagai pengguna internet kita juga bisa mengadukan konten negatif ke Kementrian Komunikasi dan Informatika melalui e-mail ke : aduankonten@mail.kominfo.go.id.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Nah itu dia beberapa cara cerdas berinternet di masa pandemi. Jika tulisan ini bermanfaat, jangan lupa share dan berikan masukan berupa kritik dan saran untuk penulis dikolom komentar. See you 👐
Instagram : @wahid_aisy99
Facebook : Wahidatun Aisyah
Facebook : Wahidatun Aisyah
Referensi :
Alfiani, Nurul. (2015). Sejarah Internet di Indonesia. Diakses melalui https://www.kompasiana.com/nurulalfiani131016/550115a0a333117f73512b44/sejarah-internet-di-indonesia pada 17 September 2020 pukul 09.00 WIB
Beritasatu.com. (2020, 18 April). Kominfo: Hoax Pandemi Covid-19 Capai 500 Kasus. Diakses melalui https://www.beritasatu.com/yudo-dahono/digital/622361/kominfo-hoax-pandemi-covid19-capai-500-kasus pada 27 September 2020 pukul 21.30 WIB
Detiknews.com. (2020, 08 April). Masa Pandemi Corona, Kominfo Temukan 474 Isu Hoax di Facebook-Youtube. Diakses melalui https://news.detik.com/berita/d-4969636/masa-pandemi-corona-kominfo-temukan-474-isu-hoax-di-facebook-youtube pada 27 September 2020 pukul 20.16 WIB
gizmologi.id. (2020, 21 Maret). Lima Langkah Praktis Tangkal Misinformasi Terkait Covid-19. Diakses melalui https://gizmologi.id/tips/tangkal-berita-hoax-covid-19/ pada 27 September 2020 pukul 20.00 WIB
Kominfo.go.id. (2017, 19 Januari). Ini cara Mengatasi Berita Hoax di Dunia Maya. Diakses melalui https://kominfo.go.id/content/detail/8949/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia maya/0/sorotan_media pada 27 September 2020 pukul 20.25 WIB
Kominfo.go.id. (2020, 24 April). Terjadi Pergeseran Penggunaan Internet selama Masa Pandemi. Diakses melalui https://kominfo.go.id/content/detail/26060/terjadi-pergeseran-penggunaan-internet-selama-masa-pandemi/0/berita_satker pada 27 September 2020 pukul 15.54 WIB

0 Komentar