Sampah Plastik di Lautan ?

 

Hallo rarencangan sadayana, apa yang terlintas dalam pikiran ketika melihat gambar ini ?

Sumber : monitor.co.id

Yuk hari ini kita ulas informasi tentang "Sampah Plastik" 😉

    Sampah plastik saat ini menjadi topik yang banyak diperbincangkan. Media seperti youtube dan instagram juga tak kalah ramai membicarakan isu lingkungan ini. Dampak sampah plastik tidak hanya dirasakan oleh manusia, tetapi juga makhluk lain seperti hewan dan tumbuhan. Mungkin banyak dari kita yang sudah melihat bagaimana sampah plastik memberikan pengaruh  besar bagi kehidupan biota-biota laut. 

Lalu, bagaimana hal ini bisa menjadi pembahasan serius di masyarakat ? 

Dikutip dari foresteract. com, plastik merupakan salah satu jenis makromolekuler yang dibentuk melalui proses polimerisasi. Plastik memiliki sifat lentur dan tahan lama.

    Ternyata sifat inilah yang membawa plastik menjadi isu lingkungan yang serius. Dibutuhkan waktu 50-100 tahun agar plastik dapat terurai, sedangkan kebutuhan manusia sehari-hari tidak dapat dilepaskan dari plastik. Kita dapat membayangkan jika 7,6 miliar masyarakat dunia membuang sampah plastik dengan waktu penguraian 50 sampai 100 tahun, maka bumi akan dipenuhi oleh sampah plastik. 

       World Economic Forum menyatakan saat ini terdapat 150 juta ton plastik dilautan. Hasil ini diprediksi akan meningkat hingga dua kali lipat pada tahun 2025. Lautan di Indonesia pun tidak luput dari permasalahan lingkungan ini, 57% sampah yang ditemukan di pantai merupakan sampah plastik. Bahkan 46.000 mengapung disetiap mil persegi samudra. Indonesia menjadi negara kedua penghasil sampah terbesar di dunia. Bahkan peringkat ini naik menjadi yang pertama dalam lingkup Asia Tenggara. 

    Pencemaran dilaut dapat merusak ekosistem dan mengganggu kehidupan bawah laut, seperti merusak rantai makanan, membunuh hewan dan terumbu karang serta mengurangi keindahan tempat wisata. Berikut beberapa kasus yang dialami oleh biota laut khususnya akibat sampah plastik yang mencemari habitat mereka :

1. Paus Mati Menelan Sampah 
    Seekor sampah sperma ditemukan mati di pantai Skotlandia dengan perut dipenuhi sampah seberat 100 kg pada 28 Juli 2019. Kejadian serupa juga pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2018, dimana seekor paus sperma ditemukan mati terdampar di laut Taman Nasional Wakatobi dengan sampah didalam perutnya seberat 13 kg. The New York Times menyatakan bahwa menelan sampah dapat memberikan rasa kenyang yang puas pada paus, namun hal ini akan menyebabkan asupan nutrisi makanannya berkurang serta mengganggu sistem pencernaan paus yang berakibat pada kematian paus.

2. Burung Albartos Mati 
    Burung albartos merupakan burung yang hidup berkelompok dan mencari makan dilaut. Burung ini mati tanpa diketahui penyebabnya, namun setelah perutnya dibedah diketahui bahwa burung ini telah memakan benda yang bukan makanan seperti kancing, besi, kaca dan benda plastik berukuran kecil. Burung-burung melihat sampah sebagai makanan, mereka mengambilnya dengan cara terbang dan menukik tajam ke lautan apabila sudah melihat mangsanya di air.

3. Penyu Mati dengan Plastik Terurai di Perut
    Pada 2018 lalu, Wild Water Indonesia (WWI) menemukan penyu mati dengan kondisi plastik terurai di perut. Penyu ini ditemukan di kawasan pantai Congot, DI Yogyakarta. Kasus kematian penyu akibat sampah plastik tidak hanya terjadi di Yogyakarta namun di beberapa wilayah di Indonesia bahkan dunia, seperti kasus yang terjadi di Bali dengan kematian berjumlah 5 penyu dalam kurun waktu 2 minggu.

4. Bayi Anjing Laut Mati dengan Sampah Plastik
    Seekor bayi anjing laut ditemukan mati di pulau Skye dengan selembar plastik yang ditemukan diperutnya. Plastik ini diduga telah berada di perutnya selama beberapa waktu hal ini ditunjukkan dengan adanya peradangan usus. Brownlow, seseorang yang melakukan autopsi pada bayi anjing laut tersebut mengatakan bahwa sangat sedikit kasus kematian anjing laut karena memakan plastik, mayoritas mereka mati karena terlilit jaring dan perangkap lainnya.

5. Masker Utuh didalam Perut Pinguin
    Ditengah pandemi ini penggunaan masker meningkat, namun ternyata masih ada limbah yang belum dikelola dengan baik. Seekor pinguin ditemukan mati di pinggira Pantai Juquehy, Sao Sebastian, Utara Sao Paulo. Diperut pinguin ini, ditemukan masker berjenis N95, WWF sudah memberi peringatan bahwa limbah APD (Alat Pelindung Diri) yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan.

    Beberapa kasus diatas menunjukkan bahwa peran kita sebagai masyarakat sangat besar. Dengan tidak memedulikan pengelolaan dan penggunaan sampah plastik secara bijak kita sudah menyumbangkan satu masalah besar bagi kehidupan makhluk lain.

Semoga tulisan kali ini bisa memberikan manfaat untuk rarencangan sadayana 🙏😁
Jangan lupa untuk follow akun instagram @wahid_aisy99 untuk update informasi lomba, beasiswa dan kegiatan lain yang insyaallah bermanfaat.


Referensi :
Bona. (2019). Viral! Burung ini Mati Karena Makan Sampah. Diakses melalui https://travel.detik.com/travel-news/d-4551336/viral-burung-ini-mati-karena-makan-sampah pada 26 September 2020 pukul 00.49 WIB

cnnindonesia.com. (2019). Seekor Paus Jantan Mati Akibat Menelan 100 Kilogram Sampah. Diakses melalui https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191203210248-199-453879/seekor-paus-jantan-mati-akibat-menelan-100-kilogram-sampah pada 26 September 2020 pukul 23.55 WIB

Henrastianto, Zulkarnain Ali. (2019). Plastik : Pengertian, Sejarah, Jenis, Proses Pembuatan dan Bahan Baku. Diakses melalui https://foresteract.com/plastik/4/ pada 26 September 2020 pukul 22.30 WIB

Lingkungan Hidup. (2016). Masalah Sampah Plastik di Indonesia dan Dunia. Diakses melalui https://lingkunganhidup.co/sampah-plastik-indonesia-dunia/ pada 26 September 2020 pukul 22.00 WIB

Mahartika, Loudia. (2020). Miris, Pinguin Ini Mati dengan Masker Utuh didalam Perut. Diakses melalui https://hot.liputan6.com/read/4365867/miris-penguin-ini-mati-dengan-masker-utuh-di-dalam-perutnya pada 26 September 2020 pukul 01.26 WIB

Suriyani, Luh De. (2020). Makin Banyak Penyu Mati di Sekitar Bali. Diakses melalui https://www.mongabay.co.id/2020/05/24/makin-banyak-penyu-ditemukan-mati-di-sekitar-bali/ pada 26 September 2020 pukul 01.04 WIB

Zebua, Dani Julius. (2018). Pemancing Temukan Penyu Mati dengan Plastik terurai di Perut. Diakses melalui https://regional.kompas.com/read/2018/12/10/23231771/pemancing-temukan-penyu-mati-dengan-sampah-plastik-terburai-dari-perutnya?page=all pada 26 September 2020 pukul 00.59 WIB

0 Komentar