Baik
atau Buruk, Siapa yang tahu ?
“Baik atau Buruk, Siapa yang tahu ?”
merupakan judul subbab dari sebuah buku
berjudul “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya” karya Ajahn Brahm. Judul ini
kemudian mengantarkan saya pada cerita dan sudut pandang tentang bagaimana
memaknai kebahagiaan dan kemalangan yang sering dilupakan orang. Hingga saat
ini, judul ini terus terngiang dan menjadi salah satu kalimat yang dapat
mendorong saya untuk berpikir positif dan menaruh prasangka baik pada setiap
peristiwa yang terjadi.
“Baik
atau Buruk, Siapa yang tahu ?” merupakan kalimat sederhana yang mampu
mengantarkan seseorang untuk menyadari bahwa tak selamanya apa yang terlihat
buruk adalah keburukan, begitupun dengan sesuatu yang terlihat baik. Kalimat
yang mengingatkan pada beberapa peristiwa penting yang terjadi dalam hidup, dan
kemudian membuka mata saya dalam memaknai arti kebahagiaan dan kemalangan.
Peristiwa dimana saat saya memiliki keinginan dan mimpi yang begitu besar untuk
melanjutkan pendidikan di salah satu sekolah favorit didaerah Kabupaten
Tangerang, yaitu Madrasah Aliah Negeri akan tetapi kedua orang tua saya telah
memiliki sekolah pilihan. Meski ada sedkit rasa sedih dan kecewa didalam hati,
saya tetap menjalankannya dengan semangat karena bagaimanapun ini merupakan
amanah besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Tapi Baik atau Buruk, Siapa yang tahu ?,
menjadi siswi di sekolah tersebut justru membuat saya mampu mengembangkan hobi
dan keahlian hingga pada akhirnya sebuah amanah besar Duta Anak Provinsi Banten
memilih saya dan membawa saya ke Tingkat Nasional untuk mewakili Banten dalam
event Forum Anak Nasional di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sungguh
pengalaman dan ilmu yang sangat berharga bertemu dengan anak-anak dari seluruh
Indonesia untuk membahas permasalahan dan merumuskan Suara Anak Indonesia. Satu
tahun kemudian, saya berkesempatan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi
Negeri jenjang S1 Jurusan Teknik Kimia dengan bantuan dalam bentuk Bidikmisi,
meliputi pembiayaan uang kuliah dan dana living
cost selama 8 semester. Tidak berhenti disana, pada pertengahan tahun 2018
sebuah amanah sebagai Duta Genre Banten diberikan yang kemudian mengantarkan
saya untuk mewakili Provinsi Banten dalam event Perayaan Hari Keluarga Nasional
di Manado, Sulawesi Utara dan Pemilihan Duta Genre Tingkat Nasional di Jakarta.
Amanah besar yang membuat saya mengenal lebih banyak karakter dan daerah di
Indonesia, khususnya di Banten.
Amanah ini kemudian mengantarkan
saya pada interaksi yang rutin bersama masyarakat dalam pembinaan desa yang
konsen pada perencanaan kehidupan remaja. Semakin sering berada ditengah-tengah
masyarakat membuat saya sadar bahwa sebesar apapun pencapaian serta amanah yang
diterima tak akan membekas jika tidak memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan
dan masyarakat.
Namun semua itu merupakan hal yang
harus disyukuri, terlepas dari baik atau buruk itu adalah takdir yang Allah
berikan agar kita menjadi pribadi yang lebih baik. Allah bergantung pada
prasangka hamba-Nya, dan semoga kalimat Baik
atau Buruk, Siapa yang tahu ?, bisa senantiasa mendatangkan pikiran positif
dan prasangka yang baik untuk aku, kamu dan kita semua.
0 Komentar