MANDIRI (Magnetized, Aktif, Nasionalis, Peduli dan Religius)

 

Dengan Cara Apa Anak Muda dapat Efektif Berkontribusi Untuk Negeri ?

MANDIRI

(Magnetized, Aktif, Nasionalis, Peduli dan Religius) 

Menurut KBBI anak muda memiliki arti seseorang yang masih berusia muda atau lebih sering disebut pemuda. Sebutan pemuda erat kaitannya dengan masa muda. Menurut Wikipedia, masa muda merujuk pada seseorang yang berada pada rentang usia 17 sampai 25 tahun. Berdasarkan hal tersebut, Susenas tahun 2017 menunjukkan hasil bahwa dari 63,36 juta masyarakat Indonesia 24,27% diantaranya adalah pemuda. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan bahwa pada tahun 2035 Indonesia akan menikmati bonus demografi. Bonus demografi merupakan suatu fenomena dimana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari jumlah penduduk usia non produktif. Diperkirakan pada masa itu jumlah pemuda akan naik sekitar 28%, itu artinya peran serta pemuda pada masa itu haruslah lebih besar dan memberikan dampak yang luas bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Sebagai tunas harapan bangsa, pemuda memiliki peran serta yang besar dalam mewujudkan mimpi-mimpi negara. Maka kontribusi yang aktif dan efektif sangatlah diperlukan. Maka menurut saya, untuk berkontribusi secara efektif pemuda dapat melakukannya dengan cara Mandiri. Mandiri menurut KBBI adalah dapat berdiri sendiri atau tidak bergantung pada orang lain. Artinya, para pemuda dapat merencanakan dan melakukan aksi-aksi nyata secara pribadi melalui hal-hal kecil tanpa harus  menunggu dan bergantung pada program-program yang telah dicanangkan pemerintah atau lembaga dan instansi tertentu, misalnya dengan berperan aktif dalam mensosialisasikan penggunaan internet yang baik serta menangkal berita-berita hoax melalui akun-akun sosial media. Namun dalam hal ini, cara mandiri yang saya maksudkan bukan hanya terbatas pada kontribusi para pemuda atas inisiatif yang timbul karena merasa memiliki tanggung jawab yang besar dalam memajukan negara, akan tetapi terdapat makna khusus dari cara mandiri ini.

Mandiri merupakan singkatan dari magnetized, aktif, nasionalis, peduli dan religius. Untuk berkontribusi secara efektif bagi negeri maka cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan Magnetized. Untuk berkontribusi secara efektif pemuda harus menjadi magnet bagi lingkungan sekitarnya, khususnya bagi rekan-rekan sebayanya. Dengan menjadi magnet maka pemuda dapat dengan mudah mengajak lingkungan untuk berperan aktif dalam membuat perubahan. Misal disuatu desa tidak ada akses perpustakaan yang memadai untuk anak-anak, maka pemuda yang memiliki akhlak dan etika yang baik tentunya dapat dengan mudah mengajak teman-teman sebayanya untuk membangun taman baca sederhana dengan membuka donasi bagi relawan yang hendak membantu sokongan buku. Selain itu dengan menjadi magnet secara tidak langsung seorang pemuda juga telah menjadi rule model dan idola bagi lingkungannya. Sikap dan perilakunya menjadi sorotan dan menjadi teladan. Hal ini secara nyata ditunjukkan oleh para pemuda yang aktif bergerak didaerah dengan melaksanakan program pemerintah misalnya adalah duta-duta dari dinas dan instansi pemerintah. Mereka yang mendapat amanah menjadi duta secara tidak langsung telah menjadi teladan yang pada akhirnya menghasilkan generasi penerus yang senantiasa mempelajari banyak hal agar memiliki kapasitas yang baik sebagai pemegang amanah. Secara pribadi, Banten memiliki Panji Aziz Pratama, Founder ISBANBAN (Istana Belajar Anak Banten) yang sampai saat ini telah memiliki 7 desa binaan di provinsi Banten. Setiap tahun selalu ada pemuda yang tertarik dan tergugah untuk menjadi relawan pengajar seperti ka Panji. Pemuda-pemuda ini bukan hanya memiliki daya tarik tetapi juga idola dan rule model yang nyata adanya, berkontribusi secara efektif untuk negeri.

            Cara selanjutnya untuk berkontribusi secara efektif untuk negeri adalah aktif. Dengan aktif, banyak ilmu serta pengalaman yang dapat diperoleh sehingga pemuda dapat meningkatkan kualitas diri dan memiliki kemampuan serta ilmu yang memadai untuk berkontribusi secara efektif didalam masyarakat. Tidak sedikit lembaga dan instansi yang mengadakan pelatihan serta bimbingan yang sasaran utamanya adalah para pemuda. Hal ini dimaksudkan agar pemuda memiliki wadah untuk mengembangkan potensi diri dan kelak dapat berpartisipasi secara aktif untuk pembangunan. Aktif juga dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai organisasi seperti karang taruna dan remaja masjid. Saat ini banyak pemuda yang telah berperan aktif dan merasakan secara langsung mengabdi dimasyarakat, misalnya melalui KKM dalam instansi pendidikan atau mendaftar sebagai relawan-relawan di instansi dan lembaga tertentu seperti palang merah dan komunitas pecinta lingkungan.

            Berikutnya adalah nasionalis atau pecinta nusa atau bangsanya sendiri. Memiliki jiwa nasionalis akan secara tidak langsung mempengaruhi seseorang untuk berbuat lebih bagi negaranya. Ketika negaranya dalam keadaan kurang baik, maka ada rasa ingin memperbaiki dan ketika negaranya baik-baik saja maka timbul rasa ingin mengembangkan hal baru agar negaranya semakin baik lagi. Karna rasa cinta terhadap sesuatu akan menuntun seseorang berbuat lebih dan lebih lagi. “Jangan tanyakan apa yang negara beri untukmu, tapi tanyakan pada dirimu apa yang telah kau berikan untuk begara ini” (John F Knedy)

            Peduli menurut Nasional Kompas adalah sebuah sikap keberpihakan untuk melibatkan diri dalam persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi disekitar. Orang-orang yang peduli adalah merka yang terpanggilmelakukan sesuatu dalam rangka memberi inspirasi, perubahan, kebaikan kepada lingkungan disekitarnya. Maka untuk berkontribusi secara efektif untuk negara dapat dilakukan dengan peduli. Tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang terjadi pada negara. Sampai saat ini Indonesia masih dirundung duka dengan banyaknya kasus kekerasan dan pekerja anak, juga mereka yang harus putus sekolah karena menikah diusia dini akibat pergaulan bebas. Dengan adanya peduli, maka pemuda tidak akan tinggal diam. Peduli akan mendorong pemuda mensosialisasikan pentingnya pendidikan, atau bahkan membentuk komunitas-komunitas yang menjembatani para donatur yang ingin berbagi kebahagiaan untuk anak-anak yang kurang beruntung. Peduli akan mendorong seseorang bertindak secara nyata, bukan hanya rencana.

            Cara yang terakhir adalah religius. Religius merupakan suatu sikap dan perilaku taat dalam menjalankan agama. Saat ini banyak masyarakat yang lupa akan hakikat kehidupannya. Mengenal Tuhan sejak dini akan mengantarkan sosok pemuda yang memanusiakan. Karna pada dasarnya setiap agama mengajarkan cinta kasih. Religius juga meliputi sikap toleran terhadap agama lain serta menjalin kerukunan antar pemeluk agama. Religius akan mengantarkan masyarakat saling membantu bergotong royong membangun negara kearah yang lebih baik.

            Pada dasarnya setiap pemuda memiliki kewajiban untuk berperan aktif dalam memajukan negara, membawa negara kearah yang lebih baik. Panji Aziz Pratama, Ahmad Dimyati dan para pemuda dengan prestasi luar biasa diluar sana lahir dari kemandirian. Mereka adalah idola, mereka aktif dan peduli, tentunya mereka juga mencintai bangsanya dan tak pernah lupa melibatkan Tuhan dalam segala aktivitasnya. Maka Mandiri (Magnitized, Aktif, Nasionalis, Peduli dan Religius) dapat menjadi cara dalam mengefektifkan kontribusi pemuda dalam menyongsong masa depan negara yang lebih baik.

 

0 Komentar