
Pada era globalisasi ini, pendidikan menjadi suatu hal yang amat penting. Terlebih ketika melihat perkembangan IPTEK yang semakin cepat. Berbagai negara di dunia berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan. Penelitian dan penemuan terus dilakukan guna memperoleh sumber daya yang dapat mengubah peradaban menjadi lebih baik.
Indonesia sebagai negara berkembang juga terus berusaha meningkatkan kualitas bangsa dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Namun, meningkatkan kualitas pendidikan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Beberapa daerah di Indonesia nyata nya belum secara utuh dapat dengan mudah memperoleh fasilitas pendidikan yang baik.
Salah satu daerah tersebut adalah Banten. Pada tahun 2013, Badan Pusat Statistik Banten menyebutkan sebanyak 312.409 anak tidak bersekolah dari 604.812 total anak di Banten. Itu artinya 51,6 % anak tidak menikmati akses pendidikan. Dari data di atas, angka penyumbang terbesar berasal dari pelosok desa di Banten.
Dari rendahnya tingkat pendidikan itulah, sekitar 337 ribu orang mengalami buta huruf. Hal itu juga yang menyebabkan orang-orang Banten masih hidup dalam garis kemiskinan. Kemiskinan ini meningkat setiap tahunnya, sebagai contoh kemiskinan tahun 2015 meningkat 7,89 % dari tahun 2014. Hal inilah yang menimbulkan dampak Banten masih lemah dalam Indeks Pertumbuhan Manusia yang mencapai angka 69.89%.
Dari permasalahan ini, ka Panji Aziz Pratama dan kawan-kawan beserta Forum Osis Banten dengan dibantu Irvan Hq Selaku Ketua Komunitas Banten Muda (biem.co) membentuk taman baca pertama kali yang terletak di Kp. Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang – Kabupaten Serang, Banten.
Nama Istana Belajar merupakan perwujudan dari usaha anak muda untuk menciptakan Istana bagi anak-anak pelosok desa dalam mengakses pendidikan untuk Belajar. Awal dibentuknya nama Isbanban adalah IBAB, namun pada akhirnya diganti menjadi Isbanban.
Istana Belajar Anak Banten (ISBANBAN) adalah youth-led organization berbasis gerakan kerelawanan yang memiliki visi untuk menciptakan akses dan kualitas pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan di seluruh pelosok desa yang ada di Banten. Isbanban berdiri pada 10 Februari 2013. Isbanban telah berbadan hukum Yayasan, yang disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No.AHU-0008514.AH.01.04 Tahun 2016. Kantor Sekretariat Isbanban berlokasi di Jl.Karya Bhakti 2A No.98, Komplek KPPN, Ciceri, Serang-Banten, 42151.
Sampai saat ini Isbanban telah memiliki 8 desa binaan yang tersebar di 7 kab/kota di Provinsi Banten, diantaranya:
- Kp. Cempaka Salam, Desa Saninten, Kabupaten Pandeglang.
- Kp.Sanding, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.
- Kp.Salinggara, Desa Sayar, Kecamatan Tak – Takan, Kota Serang.
- Kp.Tigamaya, Desa Telagaluhur, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang.
- Kp,Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang
- Kp. Cipala, Desa Lebak Gede, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon.
- Kp.Janur, Desa Bojong Loa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.
- Jalan Aria Putra Gg. Swadaya 5, No. 45 Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan. 15415
Isbanban punya visi untuk menciptakan akses dan kualitas yang berkualitas dan berkelanjutan di pelosok desa Banten. Untuk bisa mencapai visi itu Isbanban punya misi yaitu:
- Meningkatkan kualitas dan akses pendidikan bagi anak di pelosok desa.
- Mengimplementasikan pendekatan “care and share” pada pengembangan dan pemberdayaan pemuda untuk pendidikan anak di pelosok desa.
- Menginspirasi gerakan sosial berbasis anak muda yang berfokus pada pendidikan anak di pelosok desa
Dari visi dan misi tersebut Isbanban memiliki 3 program :
1. Taman Belajar (Literasi)
2. Minggu Belajar (Akses)
3. Isbanban Dream Scholarship ( I Dreams)
Keanggotaan Isbanban adalah para relawan muda yang usianya berkisar 19 – 25 tahun. Penerima manfaat Isbanban adalah anak-anak pelosok desa yang minim akan akses pendidikan seperti buku bacaan, tenaga pengajar, kesempatan melanjutkan sekolah dan minimnya pusat belajar bagi anak. Sedangkan sasarannya adalah anak-anak dengan usia 6-11 tahun yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar. Isbanban sampai saat ini telah memiliki 579 relawan yang tersebar di 8 desa di 7 kabupaten/kota Provinsi Banten.
Pada awal tahun 2018 ini, Isbanban baru saja mengadakan Open Rekruitmen untuk para Calon Relawan Kakak Pengajar Angkatan 5. Dari 240 pendaftar, 112 diantaranya lolos ke tahap wawancara. Setelah melalui tahap ini Isbanban akan mengumumkan Kakak Relawan Pengajar yang lolos dan akan mengikuti training sebelum terjun langsung dalam kegiatan mengajar yang rutin diadakan setiap minggu. Dari keterangan kakak-kakak Relawan Pengajar sebelumnya, Isbanban sangat membutuhkan orang-orang yang memiliki komitmen tinggi untuk berjuang bersama dalam meningkatkan akses pendidikan di pelosok Banten. Para peserta yang mengikuti tahap wawancara juga bukanlah orang-orang biasa, mereka adalah pribadi luar biasa yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap daerahnya namun juga berjuang mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Tidak sedikit dari mereka yang sudah memiliki pengalaman berorganisasi yang sangat baik, serta sering terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan seperti desa binaan, taman baca dan lain-lain.
Ingin mengenal ISBANBAN lebih dekat ?
Yuk kunjungi https://isbanban.org/ atau follow Instagram @isbanbanfoundationDi kutip dari : https://isbanban.org/
#Onedayonepost
#ODOPbatch5
3 Komentar
Mantappp
BalasHapusKeren
BalasHapusSyukron.. Jazakallah khair ^^
BalasHapus