Saudara Bukan Sedarah



Berjumpa lagi dengan Aisy disini 😁
Sahabat, pernahkah kalian berada disuatu lingkungan dan mendapat perlakuan sangat baik sehingga timbul rasa nyaman dan ingin terus berada di lingkungan tersebut ?

Jika pernah, kita sama 😊
Ups, jangan-jangan kita......... 😄😄😄

Sahabat, tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya manusia memiliki eksistensi diri. Dimana eksistensi ini mendorong seseorang dalam memperoleh pengakuan dan rasa ingin dihargai keberadaannya.

Namun, pada kenyataannya tidak semua orang dapat memberikan hal yang kita harapkan. Terkadang hasil usaha kita dinilai tak lebih dari sekedar sampah. Hal ini terjadi karena kurangnya apresiasi dalam menilai suatu hasil usaha.

Sahabat, Aisy ingin sedikit berbagi cerita tentang saudara bukan sedarah.

Saudara bukan sedarah ?  Maksudnya ?

Ya, jadi disini yang dimaksud dengan saudara bukan sedarah yaitu orang-orang yang memiliki ikatan keluarga bukan berdasarkan garis keturunan yang sama.

Memang ada ya ?

Tentu. 😊

Hal ini saya rasakan disebuah organisasi yang memberikan banyak kenangan, ilmu dan pengalaman. Mereka adalah "IKADIKSI & LSO IKADIKSI".

IKADIKSI merupakan organisasi yang terdiri dari mahasiwa bidikmisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Adapun LSO IKADIKSI merupakan lembaga semi otonom yang terdiri dari mahasiswa bidikmisi Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. LSO IKADIKSI terbentuk karena adanya perbedaan jarak antara kampus A (Serang) dengan kampus B (Cilegon). Namun pada dasarnya LSO IKADIKSI & IKADIKSI adalah satu.

Sejak awal saya memasuki dunia perkuliahan, kakak tingkat yang biasa kami sebut "Abang-Teteh" sudah memberikan sambutan yang sangat baik. Mulai dari perkenalan, pendataan sampai membantu menyelesaikan kendala yang sering dihadapi mahasiswa baru.

Hubungan yang kian hari terasa kian erat didukung oleh berbagai kegiatan yang juga diadakan oleh IKADIKSI & LSO IKADIKSI, seperti SIMBADIKSI, MAPERDIKSI, SILAMIDIKSI, MP3DIKSI, SOSIS, IGTS, MILADIKSI, PRESTASI dan lain-lain. Sebuah even perkenalan yang diadakan LSO IKADIKSI dinamakan Simbadiksi, sebelum hari-H pelaksanaan kami dibagi beberapa kelompok dan didampingi oleh seorang mentor. Saat itu kelompok saya yang terdiri dari Muhammad Ridho Lathif, Kholilurrohman, Lidya, Khairul Umam dan kawan-kawan kelompok 5 lainnya dimentori oleh bang Tegar Prio Utomo dari jurusan Teknik Elektro 2016. Saat itu, pertemuan kami tidak terlalu intens dikarenakan kesibukan sebagai maba (mahasiswa baru) dan kegiatan mentor. Namun, komunikasi yang dijalin melalui grup cukup membantu membangun chemistry diantara kami. Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan bermanfaat seperti, penyampaian materi-materi seputar IKADIKSI dan LSO IKADIKSI, perkuliahan, organisasi, kekeluargaan, dan lain-lain.

Tidak jauh berbeda dengan Simbadiksi, ditingkat universitas even penyambutan mahasiswa baru bidikmisi yang dinamakan Maperdiksi memberikan kesan yang amat membekas  . Disini saya berkesempatan bertemu dengan teman-teman dari jurusan lain, mulai dari Managemen, PGPAUD, PGSD, PLS dan masih banyak lagi. Selama pembekalan, mentor kami yang bernama teh Mita Yutikasari dengan sabar memberi bimbingan dan arahan. Pada kegiatan ini pula terpilih calon-calon ketua angkatan yang nantinya akan mengikuti pemilihan tingkat lanjut dikegiatan Mp3diksi.


Kami berasal dari latar belakang budaya dan daerah yang berbeda, tapi perbedaan bukanlah persoalan besar,kami bisa saling belajar dan memahami karakter masing-masing. Satu hal yang selalu ditanamkan oleh abang-teteh adalah kekeluargaan.

Selain itu prinsip "Senasib Sepenanggungan" rasanya telah melekat kuat, sehingga ketika salah seorang dari kami ada yang membutuhkan maka tak sedikit bantuan dan doa yang mengalir. Bahkan tak ada lagi keraguan untuk berbagi cerita dan saling lempar ledekan. Makan siang dengan konsep bacakan sudah menjadi rutinitas disetiap kegiatan, mencari tempat wisata murah meriah untuk melepas kejenuhan juga agenda rutin untuk mempererat tali kekeluargaan antar mahasiswa bidikmisi.


Teringat kata sambutan salah seorang abang ketika pertemuan perdana, bahwa setelah perkenalan ini didalam kampus ataupun diluar kampus akan banyak tempat yang lebih bagus, lebih mewah bahkan bisa memberikan lebih banyak apa yang organisasi ini beri. Namun, disini adalah keluarga maka ingatlah untuk pulang, menjenguk abang-teteh dan adik-adik.

Banyak nasihat yang disampaikan kepada kami kala itu, dan kini semua terbukti. Salah satunya adalah rasa nyamana dan tanggung jawab sebagai anggota keluarga. Terlihat ketika agenda SOSIS dan IGTS dilaksanakan, banyak dari abang-teteh dan teman-teman yang dengan rela wara-wiri untuk berbagi informasi tentang bidikmisi, padahal saat itu sedang libur semster. Dan yang tak kalah mengharukan adalah kekompakkan yang ditunjukkan dengan saling membantu antar wilayah. Mereka yang telah menyelesaikan tugas didaerahnya maka dengan sigap membantu wilayah yang kekurangan tenaga. MasyAllah, semoga pengorbanan yang dilakukan dibalas dengan beribu kebaikan.

Dalam perjalanan disemester 1, IKADIKSI dan LSO IKADIKSI telah mengajarkan banyak hal, khususnya bagi saya dan teman-teman bidikmisi angkatan 2017.

Prinsip kekeluargaan bukan hanya sekedar formalitas. Prinsip itu benar adanya, dan hanya ketulusan dan keikhlasan yang mampu mempertahankannya. Terimakasih untuk momen kebersamaan ini, terimakasih karena sudah menerima saya apa adanya. Terimakasih karena terus berusaha, kalian yang terbaij. Jazakallah khairul jaza.



#Onedayonepost
#ODOPbatch5

2 Komentar

  1. Akan terkenang slalu kekeluargaan itu sampai nanti. Bahkan akan memberi efek positif di dunia kerja nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba ^^ harapan nya bisa langgeng juga kekeluargaan nya sampai berkeluarga nanti 😁

      Hapus