Wahidatun 'Aisyah dan FAN


🌸🌸🌸🌸

🍁🍁🍁🍁

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

  Sebuah pepatah bijak mengatakan "Experience is the best teacher", maka izinkanlah sebuah pribadi yang penuh dengan kesederhanaan ini berbagi sedikit pengalaman yang memberikannya arti hidup lebih.

Wahidatun 'Aisyah, seuntai doa yang senantiasa dititipkan pada seorang bayi kecil yang kini mulai beranjak dewasa. Lahir pada pertengahan bulan Maret dengan shio 'kelinci' di sebuah tanah bekas jajahan, Batavia.

 Haiiiiiii... salam hangat saya ucapkan di pertengahan sore ini ☺
Pada kesempatan ini, saya akan sedikit berbagi pengalaman luar biasa dalam hidup saya. Sejujurnya banyak sekali pengalaman berharga yang ingin saya ceritakan, mungkin next time kita bisa saling berbagi cerita ya..

  Sahabat bisa memanggil saya dengan nama 'Ais πŸ˜‰
Saat ini saya tengah menempuh pendidikan di Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Pertengahan tahun 2017 merupakan masa yang sangat mendebarkan, karena untuk pertama kali nya saya mulai memasuki dunia kampus. Eits, tapi tenang sahabat.. Pengalaman berharga yang ingin saya ceritakan kali ini bukan tentang dunia kampus.

Penasaran ?? 
Yuk siapkan posisi ternyaman dengan camilan favorit mu dan Selamat Menikmati πŸ˜„

  Semula berawal saat saya memasuki masa SMA. Saat itu, saya berkesempatan melanjutkan pendidikan di satu-satunya SMA Negeri di kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Salah satu SMA yang memiliki pesona dengan pemandangan danau cantik dan hamparan sawah hijau.
  Saat itu, ada sebuah kegiatan yang diadakan oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan bernama Capacity Building Forum Anak Kabupaten Serang. Saat itu saya bersama 2 kaka tingkat (Deis Pasha Damayanti & Bilqis Nur Wahidah) berkesempatan mewakili SMAN 1 CIKANDE. Dalam forum tersebut ada 114 anak yang juga merupakan perwakilan dari kecamatan nya masing-masing.
  Dalam kegiatan tersebut, kami diberikan pembekalan mengenai hak-hak anak, isu anak, dan berbagai informasi tentang instansi dan lembaga perlindungan anak. Acara berlangsung selama 3 hari 2 malam di Hotel Sofyan Inn Al tama, Pandeglang.
  Capacity Building ini menjadi gerbang bagi siswa-siswi SMAN 1 Cikande dalam berkontribusi dalam berbagai kegiatan Forum Anak atau sering disebut FA.
  Ke ikut sertaan dalam kegiatan FA terus berlanjut sampai saya duduk si kelas XII. Tepat nya pada 2016, saya kembali berkesempatan mewakili kabupaten Serang dalam Pemilihan Duta Anak Banten bersama 2 rekan saya yaitu Reni Fahzia-Petir dan Virlinda Nita Susanti-Cikeusal. Dari 8 kabupaten/kota di Banten, terpilihlah 8 Duta Anak Banten untuk mewakili Provinsi Banten dalam FORUM ANAK NASIONAL yang diadakan di Mataram-Nusa Tenggara Barat.


  Sebuah kesempatan yang amat berharga, karena 24 Duta Anak Banten adalah sosok-sosok hebat diluar apa yang saya duga. Mereka tidak hanya sekedar mengikuti Pemilihan Duta, namun jauh di luar bayangan mereka juga membawa misi daerahnya. Mereka yang dengan berani dan rela hati mengangkat isu anak daerah, menyampaikan kepada pemerintah dan bersama-sama mencari solusi. Pemilihan Duta Anak Banten bukan sebuah kompetisi untuk mendapat gelar 'Duta' namun sebuah forum dimana permasalahan dapat menyatukan berbagai latar belakang dan membuat 3 hari yang singkat sangat bermakna.
  Tepat pada pertengahan bulan Juli, 8 delegasi berangkat menuju Mataram di dampingi perwakilan Dinas terkait dan Ketua Forum Anak Banten.
  Selama 5 hari kami menjalin kebersamaan bersama teman-teman daerah dari berbagai kota/kabupaten di seluruh Indonesia. 8 delegasi pun memiliki misi yang harus dibawa ketika mewakili daerah di Forum Anak Nasional, dan ketika kembali ada misi yang harus kembali dijalankan di daerah.

(Nanda. Na-Lebak, Gatari. Dh-Tangsel, Reina-Cilegon, W. 'Aisyah-Kab.Serang, Mel-Serang, Dhitya-Kab.Tangerang, Kico-Tangerang)


  Sebuah kenangan yang tak akan mudah hilang dari ingatan. Mereka yang hadir dengan isu anak daerah, kekerasan, fasilitas dan akses pendidikan, anak-anak berkebutuhan khusus, membuka hati saya untuk senantiasa bersyukur. Banten memang menjadi salah satu daerah yang masih memerlukan perhatian lebih dari pemerintah, tapi di luar sana, daerah lain juga membutuhkan perhatian yang sama bahkan lebih.
  Saya belajar bagaimana sebuah pribadi hanya dapat memiliki nilai jika ia memberikan manfaat bagi orang-orang disekitarnya. Mereka hanya butuh diperhatikan. Mereka menunggu sapaan hangat orang-orang yang masih memiliki sedikit kepedulian. Bukan, bukan mereka tidak mau berusaha. Tapi mereka memilki keterbatasan, maka kita yang memiliki kelebihan, berikanlah walau hanya dengan sedikit perhatian.



Terima kasih Erik, Aris, Jessica, ka Indah, Ka Tiwi, Ka Imam, Ka Audy, ka Fadhil, seluruh peserta FORUM ANAK NASIONAL, para Fasilitator, dan LO, serta abah tercinta Pak Nunung, dan Mamike tersayang 😊

Terimakasih karna sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini 😁 Salam Literasi

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh



#TantanganODOP1
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

21 Komentar

  1. Kaka tunggu cerita selanjutnya. 😊😊😊

    BalasHapus
  2. ini baru anak bp yg kece, cantik, dan sholehah.. keren Aisyah <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. terimakasih banyak pak.. you're my inspiration😊

      Hapus
  3. Semangat terus, kak! Salam kenal

    BalasHapus
  4. Nahh kudunya kids zaman now tuh yg kayak begini nihh, inspiratif dan visioner

    BalasHapus
  5. Anak muda yang berkarya, sukses terus ya :)

    BalasHapus
  6. Emang gk bakal nyesel punya temen sekece dan sekeren aisy

    BalasHapus
  7. hai Aish, pengalaman yang menarik... kisahnya inspiratif lho.

    BalasHapus
  8. Hay Kak Ais, salam kenal yaa..
    pasti ini cerita pengalaman yang paling berkesan yaa

    BalasHapus
  9. MasyaAllah, pengalaman yang keren.

    BalasHapus
  10. Sipp semoga bisa terus berkarya (y)

    BalasHapus
  11. Orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya

    BalasHapus
  12. Wah keren ...
    Sebaik" manusia yg bisa bermanfaat utk org lain. Teruskan, kak.

    jgn lupa di share ke grp link ya

    BalasHapus
  13. Sepakat dengan Kang Sanik, anak jaman now tuh harusnya kayak gini nih. Keceeee.

    Ijin stabiloin kalimat yg ini ya, 'Saya belajar bagaimana sebuah pribadi hanya dapat memiliki nilai jika ia memberikan manfaat bagi orang-orang disekitarnya'

    BalasHapus
  14. Keren...terus semangat ya...
    Salam kenal...

    BalasHapus
  15. Terimakasih bapak/ibu, abang-teteh serta teman2 ^^

    Saya juga banyak belajar dari teman2 di ODOP, terimakasih :)

    Salam kenal juga kaka2, mohon bimbingan nya πŸ˜ŠπŸ˜ƒ

    BalasHapus