Mimpi..
Adalah kunci
Untuk kita..
Menaklukan dunia
Berlarilah..
Tanpa lelah
Sampai engkau,meraihnya..
Sahabat, manusia sebagai makhluk yang dianugerahi akal tentunya memiliki banyak rencana untuk kehidupannya yang lebih baik.
Manusia sejak dini sudah dibiasakan untuk membuat rencana atau setidaknya sekedar menentukan cita-cita. Ya, meskipun tak jarang dari cita-cita tersebut yang ternyata justru berubah haluan.
Namun, pada dasarnya manusia memang harus bermimpi. Seorang proklamator yang menjadi panutan serta idola bagi bangsanya seperti Ir. Soekarno pernah berkata "Bermimpilah setinggi langit, maka ketika terjatuh kamu akan jatuh diantara bintang-bintang"
Sahabat, impian memiliki arti impian adalah sesuatu yang benar-benar diinginkan, baik berupa materi maupun non materi sehingga seseorang bersedia bekerja keras untuk mewujudkannya. Ada beberapa alasan yang membuat impian begitu penting. Salah satunya adalah sebagai tujuan dan motivasi hidup. Jika impian atau cita-cita sudah ditentukan maka kita akan mencari dan melakukan berbagai macam cara agar dapat mewujudkannya.
Dalam mewujudkan impian banyak jalan yang harus ditempuh. Bahkan terkadang cobaan demi cobaan terus datang untuk menguji seberapa pantas seseorang mendapatkan impiannya. Salah satu jalan yang biasanya ditempuh adalah pendidikan. Seorang guru, dokter, insinyur, arsitek bahkan koki harus menempuh pendidikan sesuai dengan bidangnya.
Namun sayangnya, pendidikan di Indonesia masih terbilang mahal. Terlebih untuk memperdalam ilmu ditingkat Perguruan Tinggi. Untuk melanjutkan pendidikan, perkiraan biaya yang harus mereka keluarkan adalah >Rp. 5.000.000. Belum lagi biaya kos dan transport serta perlengkapan tugas lainnya. Pada akhirnya, banyak dari mereka yang memiliki ekonomi menengah kebawah yang lebih memilih bekerja demi membantu perekonomian keluarga, bahkan tak sedikit pula yang memilih untuk menikah. Mereka harus dengan rela hati mengikhlaskan impian mereka.
Hal ini juga dialami oleh mereka yang tinggal dipedalaman Indonesia. Banyak yang harus mengubur mimpinya dalam-dalam hanya karena sejak awal masa pendidikan, fasilitas seperti buku dan transportasi sanagat memprihatinkan. Mayoritas penduduk hanya petani, nelayan atau buruh serabutan. Impian besar mereka benar-benar terhambat akibat ekonomi serta kepercayaan diri yang rendah.
Melihat permasalahan ini, pemerintah pada tahun 2010 mengadakan program bantuan pendidikan bagi siswa/siswi yang berprestasi namun terkendala ekonomi. Program tersebut bernama BIDIKMISI. Program yang memfasilitasi biaya pendidikan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan selama masa pendidikan 8 semester atau 4 tahun untuk jenjang S1 dan 6 semester atau 3 tahun untuk jenjang D3. Bidikmisi tidak hanya pembebasan biaya UKT namun juga living coast untuk membantu biaya hidup selama menempuh pendidikan.
Bidikmisi menjadi jembatan menggapai asa. Karena sampai saat ini, mahasiswa yang berhasil menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri sudah mencapai kurang lebih 60.000 orang/tahun. Bahkan saat ini, program bidikmisi tak hanya terbatas pada perguruan tinggi negeri namun juga swasta. Dengan demikian, harapan siswa/i untuk melanjutkan pendidikan serta mewujudkan cita-citanya semakin besar. Ketika menempuh pendidikan pun, mahasiswa bidikmisi selalu menjadi prioritas perguruan tinggi karena memiliki prestasi yang baik bahkan sampai tingkat nasional. Salah satunya ialah Hayatul Fikri Aziz, Mahasiswa Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, meraih juara pertama dalam Kompetisi Mahasiswa Bidikmisi Berprestasi dan Terinspiratif Nasional pada Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Indonesia di Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan, Sumatera Utara, 18-22 April 2017. Masih banyak lagi mahasiswa lain yang berprestasi diberbagai bidang seperti teknologi, bahasa dan lain-lain.
Bahkan baru-baru ini beberapa mahasiswa bidikmisi disalah satu universitas negeri di Indonesia telah menyelesaikan program study dan keprofesiannya dari fakultas kedokteran. Hal ini merupakan sebuah kebanggaan karena bidikmisi tidak hanya menjembatani para generasi muda dalam melanjutkan pendidikan namun juga membantu pemerintah dalam mencetak agen-agen perubahan yang inspiratif dan berprestasi demi kemajuan bangsa.
#onedayonepost
#odopbatch5


2 Komentar
keren lah tulisannya, lanjutkan (y)
BalasHapusterimakasih pak ^^
BalasHapus