Tantangan 2

A L I F

Ku ambil bambu sebatang, kupotong sama panjang, kurang dan kutimbang dengan benar dijadikan layang-layang.

Dendangan  dari mulut kecil alif terus aja terucap. Aku yang rutin melewati gang sempit dekat tempat tinggalnya sudah hafal betul dengan suara munilnya.

Jika mengingat cerita pak Slamet, sungguh hati rasanya teriris. Ingin rasanya bulir-bulir kecil mengalir menuruni mata. Alif kecil yang malang, diusia nya yang baru menginjak 4 tahun, ia sudah harus kehilangan ibu-bapaknya.

Sungguh, sebuah keegoisan dari orang ya dapat saja menelantarkan anaknya. Hanya karena permasalahan rumah tangga yang dibalut dengan emosi maka alif harus menjadi anak terlantar.

Tepatnya dipertengahan tahun 2008, kala itu pak Slamet yang tengah mencari barang-barang bekas menemukan alif tengah menangis pilu didekat tempat sampah.
"Adik, sedang apa disini ? Cari ibu ya, ayo bapak antar pulang"

Namun alif kecil tidak menjawab sedikitpun. Ia hanya menangis dan terus menangis. Pak Slamet yang merasa iba memutuskan untuk membawa Alif bersamanya dan akan diantar pulang keesokan harinya.

Betapa terkejut beliau ketika sampai dirumahnya pertengkaran hebat tengah terjadi. Dengan sopan pak Slamet memohon izin untuk mengembalikan Alif. Namun Alif tidak mau lepas dari genggaman pak Slamet.
"Kamu urus Alif, aku mau kerja", ucap seorang pria muda di depan pintu.

"Enak saja, kamu pikir ngurus anak gampang. Aku juga mau berkarir. Toh aku masih muda", sahut perempuan yang pak Slamet kira bahwa dia adalah ibu Alif.

Alif semakin ketakutan. Keributan pun semakin menjadi, pak Slamet yang bingung karena melihat Alif yang ketakutan memutuskan untuk membawa Alif dan mengantarnya besok atau lusa. Namun, miris. Rumah itu kosong, tak ada siapapun di dalamnya, barang-barang tergeletak dimana-mana. Alif telah ditinggalkan.

Sungguh, aku pikir bagaimana bisa seorang anak tumbuh tanpa kasih sayang orang tuanya. Ini bisa saja membuat psikisnya tumbuh secara tidak normal akibat trauma. Namun, aku lupa bahwa Rabb ku Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dia titipkan Alif pada keluarga pak Slamet. Keluarga yang begitu hangat dan penuh pengertian. Keluarga yang akan membimbing Alif menjadi anak yang sholeh dan cerdas. Allah, Engkaulah sebaik-baik tempat bergantung, dan Engkau sebaik-baik pemberi.


#TantanganODOP2
#Onedayonepost
#ODOPbatch5

1 Komentar